Pendekatan Terapi Autoimun dengan Ketofastosis

Pendekatan Terapi Autoimun dengan Ketofastosis

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali jaringan tubuh sendiri sebagai musuh, lalu menyerangnya. Contohnya: lupus, rheumatoid arthritis, psoriasis, multiple sclerosis, dan Hashimoto. Kondisi ini sering disertai peradangan kronis, kerusakan jaringan, dan gangguan metabolik.

Pendekatan ketofastosis (kombinasi diet ketogenik + intermittent fasting) menawarkan strategi metabolik dan imunologis yang dapat membantu memperbaiki keseimbangan sistem kekebalan tubuh serta mengurangi peradangan.


1. Peran Diet Ketogenik pada Autoimun

Diet ketogenik adalah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak sehat, dan protein moderat. Pada autoimun, efeknya antara lain:

  • Mengurangi peradangan
    Karbohidrat tinggi, terutama gula sederhana, dapat meningkatkan pelepasan sitokin pro-inflamasi. Dengan menurunkan asupan karbohidrat, tubuh menghasilkan keton (terutama β-hydroxybutyrate) yang terbukti memiliki efek anti-inflamasi.

  • Menstabilkan energi & metabolisme
    Pasien autoimun sering mengalami kelelahan kronis. Keton memberi sumber energi yang lebih stabil dibanding fluktuasi gula darah, sehingga membantu mengurangi rasa lelah.

  • Mengurangi stres oksidatif
    Ketosis menurunkan produksi radikal bebas berlebih dan meningkatkan aktivitas antioksidan endogen, sehingga melindungi jaringan dari kerusakan.

  • Memperbaiki sensitivitas insulin
    Banyak penderita autoimun memiliki resistensi insulin atau sindrom metabolik. Diet ketogenik membantu menormalkan metabolisme glukosa, yang berhubungan erat dengan modulasi imun.


2. Peran Intermittent Fasting pada Autoimun

Puasa intermiten memiliki efek biologis penting pada sistem imun:

  • Autofagi
    Proses pembersihan sel yang terpicu saat berpuasa membantu menghilangkan sel imun yang rusak atau “overaktif” serta mendaur ulang komponen seluler. Ini berperan dalam meredakan hiperaktivitas imun pada autoimun.

  • Menurunkan inflamasi sistemik
    Puasa menurunkan kadar CRP, sitokin pro-inflamasi (IL-6, TNF-α), dan meningkatkan sitokin anti-inflamasi.

  • Regenerasi sistem imun
    Studi menunjukkan puasa dapat merangsang regenerasi sel punca hematopoietik, sehingga sistem imun lebih seimbang (menekan sel T autoreaktif dan memperbaiki regulasi sel Treg).

  • Menyeimbangkan mikrobiota usus
    Puasa memberi kesempatan bagi usus untuk beristirahat, mengurangi intestinal permeability (kebocoran usus) yang sering memicu autoimun, serta mendukung mikrobiota sehat.


3. Manfaat Ketofastosis pada Autoimun

Dengan menggabungkan kedua pendekatan, manfaatnya menjadi lebih optimal:

  • Mengurangi nyeri sendi dan peradangan.

  • Menurunkan frekuensi flare (kambuh) pada penyakit autoimun.

  • Memperbaiki kualitas tidur dan energi harian.

  • Mendukung perbaikan integritas usus (gut healing).

  • Membantu kontrol berat badan, yang penting karena obesitas memperparah autoimun.


4. Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun potensial, ketofastosis bukan terapi tunggal. Prinsip utama adalah sebagai pendukung terapi medis (obat imunosupresif, antiinflamasi, atau biologik). Penerapan harus hati-hati, karena beberapa pasien autoimun bisa mengalami malnutrisi, gangguan ginjal, atau efek samping obat tertentu.

Oleh karena itu, pola ketofastosis pada pasien autoimun harus:

  • Disesuaikan secara individual (personalized nutrition).

  • Diawasi dokter dan ahli gizi klinik.

  • Diterapkan bertahap, dengan monitoring kondisi klinis, laboratorium, dan respons imun.


👉 Kesimpulan
Ketofastosis dapat menjadi strategi pendukung yang menjanjikan untuk penderita autoimun. Kombinasi ketosis (dari diet rendah karbohidrat) dan efek puasa (autofagi, regenerasi imun, antiinflamasi) menciptakan kondisi metabolik yang lebih sehat, menurunkan peradangan, serta menormalkan fungsi kekebalan. Meski demikian, penelitian klinis jangka panjang masih dibutuhkan, dan penerapannya harus selalu berada dalam pengawasan medis.

NOTE…

 

🔹 Apa itu Ketofastosis?

Kombinasi antara:

  • Diet Ketogenik → rendah karbohidrat, tinggi lemak sehat

  • Intermittent Fasting → pola puasa dengan jendela makan terbatas


🔹 Mengapa untuk Autoimun?

  • Autoimun = sistem imun menyerang tubuh sendiri

  • Ditandai dengan peradangan kronis & kelelahan

  • Ketofastosis membantu menekan inflamasi & menyeimbangkan imun


🔹 Mekanisme Utama

Diet Ketogenik

  • Menurunkan gula darah & insulin

  • Keton = anti-inflamasi alami

  • Mengurangi stres oksidatif

Intermittent Fasting

  • Mengaktifkan autofagi (pembersihan sel rusak)

  • Menurunkan sitokin pro-inflamasi

  • Regenerasi sel imun sehat

  • Menyeimbangkan mikrobiota usus


🔹 Manfaat Potensial

✨ Mengurangi nyeri & bengkak sendi
✨ Menurunkan frekuensi flare autoimun
✨ Energi tubuh lebih stabil, lelah berkurang
✨ Memperbaiki kesehatan usus & tidur


🔹 Catatan Penting

⚠️ Bukan pengganti terapi medis utama
⚠️ Harus dipantau dokter & ahli gizi
⚠️ Penerapan bertahap & disesuaikan kondisi pasien


👉 Kesimpulan
Ketofastosis dapat menjadi strategi pendukung terapi autoimun: menurunkan peradangan, menyeimbangkan imun, dan meningkatkan kualitas hidup.

Langkah Langkah melakukan Intermitten fasting

Intermittent Fasting: Revolusi Pola Makan untuk Kesehatan Optimal

Pengertian Intermittent Fasting

Intermittent Fasting (IF) atau puasa berselang bukanlah diet dalam artian konvensional, melainkan sebuah pola makan yang mengatur siklus antara periode makan dan periode puasa. Berbeda dengan diet yang berfokus pada apa yang harus dimakan, IF berfokus pada kapan waktu yang tepat untuk makan. Konsep ini sebenarnya bukan hal baru; secara alami, manusia telah melakukannya sepanjang sejarah, baik karena ketersediaan makanan yang terbatas maupun untuk alasan keagamaan dan spiritual.

Pada dasarnya, Intermittent Fasting adalah sebuah pendekatan yang membagi waktu menjadi dua periode utama:

  1. Periode Makan (Eating Window): Jangka waktu di mana Anda diperbolehkan mengonsumsi makanan.

  2. Periode Puasa (Fasting Window): Jangka waktu di mana Anda tidak mengonsumsi makanan apa pun yang mengandung kalori. Air putih, kopi hitam, atau teh tawar tanpa gula masih diperbolehkan.

Selama periode puasa, tubuh mengalami beberapa perubahan fisiologis yang signifikan. Kadar insulin turun drastis, yang memicu tubuh untuk mulai membakar lemak yang tersimpan sebagai sumber energi utama. Proses ini juga merangsang perbaikan sel-sel tubuh (autofagi), di mana sel-sel membersihkan diri dari protein yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik.

Manfaat Intermittent Fasting bagi Kesehatan

Penerapan Intermittent Fasting secara konsisten dan benar telah terbukti dalam berbagai penelitian memberikan segudang manfaat bagi kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

1. Penurunan Berat Badan dan Lemak Perut

Ini adalah manfaat IF yang paling populer. Dengan membatasi jangka waktu makan, Anda cenderung mengonsumsi kalori lebih sedikit secara alami. Selain itu, penurunan kadar insulin dan peningkatan hormon norepinephrine (noradrenalin) meningkatkan laju metabolisme, sehingga tubuh lebih efisien dalam membakar lemak, terutama lemak perut yang membandel.

2. Peningkatan Sensitivitas Insulin

IF dapat menurunkan resistensi insulin dan menurunkan kadar gula darah, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit diabetes tipe 2. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa IF dapat menurunkan gula darah puasa secara signifikan dan melindungi terhadap kerusakan ginjal, salah satu komplikasi serius dari diabetes.

3. Perbaikan Kesehatan Jantung

Pola makan ini dapat meningkatkan berbagai faktor risiko penyakit jantung, seperti menurunkan kolesterol LDL (“kolesterol jahat”), trigliserida darah, gula darah, resistensi insulin, dan peradangan kronis.

4. Stimulasi Autofagi (Pembersihan Sel)

Autofagi adalah proses di mana sel-sel mencerna dan menghilangkan protein tua dan tidak berfungsi yang menumpuk di dalamnya. Proses ini sangat penting untuk menjaga kesehatan sel dan mencegah penuaan dini. IF merupakan pemicu kuat autofagi, yang diyakini dapat melindungi terhadap penyakit neurodegenerative seperti Alzheimer dan Parkinson.

5. Peningkatan Fungsi Otak

IF meningkatkan produksi protein yang disebut Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). BDNF berfungsi seperti “pupuk” bagi sel-sel otak, mendorong pertumbuhan neuron baru, melindungi sel otak dari kerusakan, dan meningkatkan fungsi kognitif, pembelajaran, dan memori.

6. Potensi Umur Panjang (Longevity)

Penelitian pada hewan telah repeatedly menunjukkan bahwa pembatasan kalori dan IF dapat memperpanjang umur. Meskipun penelitian pada manusia masih berlangsung, mekanisme seperti pengurangan stres oksidatif dan peradangan, serta peningkatan regenerasi sel, sangat mendukung potensi manfaat umur panjang ini.

7. Simplifikasi Gaya Hidup

Manfaat praktis IF adalah menyederhanakan hari Anda. Dengan mengurangi frekuensi makan, Anda memiliki lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk merencanakan, menyiapkan, memasak, dan membersihkan setelah makan. Ini dapat mengurangi stres dan membebaskan waktu untuk aktivitas lain.

Langkah-Langkah Cara Mempraktikkan Intermittent Fasting

Memulai IF bisa terasa menantang, tetapi dengan pendekatan yang tepat, tubuh akan beradaptasi. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk memulainya:

Langkah 1: Pilih Metode yang Tepat

Tidak ada satu metode IF yang cocok untuk semua. Pilihlah yang paling sesuai dengan jadwal dan gaya hidup Anda. Berikut beberapa metode yang populer:

  • Metode 16/8 (The Leangains Protocol): Metode paling populer. Anda berpuasa selama 16 jam dan memiliki jendela makan 8 jam setiap hari. Misalnya, Anda makan pertama pada pukul 12.00 siang dan terakhir pada pukul 20.00 malam.

  • Eat-Stop-Eat (Puasa 24 Jam): Melibatkan puasa penuh selama 24 jam, sekali atau dua kali dalam seminggu. Misalnya, makan malam hari Senin pukul 19.00, lalu tidak makan lagi sampai makan malam hari Selasa pukul 19.00.

  • Diet 5:2: Dalam seminggu, Anda makan normal selama 5 hari dan pada 2 hari yang tidak berurutan, Anda membatasi asupan kalori hingga 500-600 kalori.

  • Alternate-Day Fasting (ADF): Berpuasa setiap dua hari sekali. Pada hari puasa, beberapa versi memperbolehkan 500 kalori.

Rekomendasi untuk Pemula: Mulailah dengan metode 16/8 karena paling mudah diikuti dan berkelanjutan.

Langkah 2: Mulai secara Perlahan dan Bertahap

Jika Anda terbiasa makan sepanjang hari, langsung puasa 16 jam bisa terasa sangat berat. Mulailah dengan menunda sarapan secara bertahap. Misalnya, di minggu pertama, coba puasa 12 jam (makan terakhir pukul 20.00, sarapan pukul 08.00). Minggu berikutnya, tingkatkan menjadi 14 jam, dan akhirnya mencapai 16 jam.

Langkah 3: Persiapkan Tubuh dan Pikiran

  • Hidrasi adalah Kunci: Minumlah air putih dalam jumlah banyak selama periode puasa. Ini membantu mengatasi rasa lapar dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.

  • Konsumsi Makanan Bergizi selama Jendela Makan: Jendela makan bukanlah alasan untuk “balas dendam” dengan makanan tidak sehat. Fokus pada makanan padat nutrisi seperti:

    • Protein: Daging tanpa lemak, ikan, telur, tahu, tempe.

    • Lemak Sehat: Alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, biji-bijian.

    • Karbohidrat Kompleks: Sayuran hijau, ubi, oats, beras merah.

    • Serat: Buah-buahan dan sayuran.

  • Tetap Sibuk: Rasa lapar seringkali datang dalam gelombang dan bersifat sementara. Menjaga diri Anda sibuk dengan pekerjaan atau hobi dapat mengalihkan pikiran dari rasa lapar.

Langkah 4: Dengarkan Tubuh Anda

Setiap orang merespons IF secara berbeda. Perhatikan sinyal yang diberikan tubuh Anda. Merasa lemas, pusing, atau mudah marah secara ekstrem adalah tanda bahwa Anda mungkin perlu menyesuaikan metode, durasi, atau asupan makanan Anda. IF seharusnya membuat Anda merasa lebih berenergi, bukan sebaliknya.

Langkah 5: Konsisten dan Sabar

Butuh waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan pola makan baru. Jangan menyerah jika di awal terasa sulit. Cobalah untuk konsisten setidaknya selama satu bulan untuk benar-benar merasakan manfaatnya.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Konsultasi dengan Dokter: Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu (seperti diabetes, tekanan darah rendah, riwayat gangguan makan), sedang hamil atau menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memulai IF.

  • Jangan Melupakan Nutrisi: Kualitas makanan tetap paling penting. IF bukan lisensi untuk mengonsumsi junk food.

  • Olahraga: Anda tetap bisa berolahraga selama puasa. Olahraga intensitas rendah atau latihan kekuatan dapat dilakukan, dan banyak orang justru merasa lebih ringan saat berolahraga dalam keadaan puasa.

Kesimpulan

Intermittent Fasting adalah alat yang powerful untuk mengoptimalkan kesehatan, menurunkan berat badan, dan menyederhanakan gaya hidup. Ini adalah pendekatan yang fleksibel dan berkelanjutan, bukan diet ketat yang menyiksa. Kunci keberhasilannya terletak pada pemilihan metode yang sesuai, konsistensi, dan yang terpenting, tetap mengutamakan asupan makanan bergizi selama jendela makan. Dengan mendengarkan tubuh dan menerapkannya dengan bijak, Intermittent Fasting dapat menjadi bagian dari journey menuju versi diri yang lebih sehat dan bugar.

Apa Itu Intermitten Fasting

Puasa intermiten atau intermittent fasting (IF) adalah pola makan yang berfokus pada kapan Anda makan, bukan pada apa yang Anda makan. Daripada diet ketat dengan mengurangi kalori secara drastis, IF menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel. Konsepnya sederhana: Anda bergantian antara periode makan dan periode puasa. Pendekatan ini tidak hanya populer untuk penurunan berat badan, tetapi juga dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan lain.

 

Berbagai Metode Puasa Intermiten

 

Ada beberapa metode populer yang bisa Anda coba, masing-masing dengan keunikan tersendiri.

  1. Metode 16/8: Ini adalah metode paling populer dan mudah diterapkan. Anda berpuasa selama 16 jam setiap hari dan membatasi waktu makan Anda dalam jendela 8 jam. Misalnya, Anda bisa makan antara pukul 12:00 siang hingga 8:00 malam. Selama periode puasa, Anda tetap boleh minum air putih, kopi, atau teh tanpa gula.

  2. Metode 5:2: Dalam metode ini, Anda makan secara normal selama lima hari dalam seminggu. Kemudian, pada dua hari yang tidak berturut-turut, Anda hanya mengonsumsi 500-600 kalori.

  3. Eat-Stop-Eat: Metode ini melibatkan puasa penuh selama 24 jam, satu atau dua kali seminggu. Contohnya, Anda bisa berpuasa dari makan malam hari Senin hingga makan malam hari Selasa.

 

Manfaat Puasa Intermiten

 

Selain membantu penurunan berat badan, IF juga memberikan dampak positif pada tubuh.

  • Penurunan Berat Badan: Dengan memperpendek jendela waktu makan, kalori yang masuk cenderung lebih sedikit. Selain itu, IF dapat meningkatkan metabolisme dan menyeimbangkan hormon seperti insulin, yang sangat penting untuk membakar lemak.

  • Kesehatan Sel dan Otak: Puasa memicu proses yang disebut autofagi, yaitu mekanisme pembersihan sel. Sel-sel yang rusak atau tua akan dibuang, digantikan dengan sel-sel baru yang lebih sehat. Proses ini juga dipercaya dapat melindungi dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

  • Mengontrol Gula Darah: IF meningkatkan sensitivitas insulin, yang berarti tubuh Anda lebih efektif dalam menggunakan gula darah. Ini sangat bermanfaat bagi penderita resistensi insulin atau pra-diabetes.

  • Mengurangi Peradangan: Peradangan kronis adalah penyebab banyak penyakit modern, mulai dari penyakit jantung hingga kanker. Studi menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.

 

Tips Memulai Puasa Intermiten

 

Sebelum memulai, sangat penting untuk memahami cara melakukannya dengan benar.

  • Pilih Metode yang Sesuai: Tidak ada metode yang benar atau salah. Mulailah dengan metode yang paling mudah, seperti 16/8, untuk membiasakan diri.

  • Mendengarkan Tubuh: Jika Anda merasa pusing, mual, atau tidak enak badan, segera hentikan puasa dan makanlah. IF seharusnya tidak membuat Anda merasa sengsara.

  • Tetap Terhidrasi: Selama periode puasa, minum banyak air sangat penting untuk menghindari dehidrasi.

  • Konsumsi Makanan Bernutrisi: Selama jendela makan, jangan asal makan. Pilih makanan yang kaya akan nutrisi, seperti protein, serat, dan lemak sehat. Makanan bergizi akan membuat Anda kenyang lebih lama dan memberikan energi yang stabil.

 

Siapa yang Harus Berhati-hati?

 

Meskipun bermanfaat, IF tidak cocok untuk semua orang. Wanita hamil atau menyusui, penderita diabetes tipe 1, orang dengan gangguan makan, atau mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba IF.

Pada akhirnya, puasa intermiten bukan sekadar tren diet, melainkan pola hidup yang dapat meningkatkan kesehatan secara holistik. Dengan pendekatan yang tepat dan kesadaran terhadap kondisi tubuh, IF bisa menjadi alat yang efektif untuk mencapai tujuan kesehatan Anda.

Terapi gagal ginjal dengan Ketofastosis

Yuuk peduli ginjal kita.... Jangan sampai terjatuh dalam Cuci darah seumur hidup

Gagal ginjal adalah kondisi ketika fungsi ginjal menurun sehingga tubuh tidak mampu lagi membuang racun, kelebihan cairan, dan zat sisa metabolisme. Umumnya, pasien gagal ginjal harus menjalani pembatasan cairan, diet ketat rendah protein, serta bahkan cuci darah. Namun, banyak penelitian dan pengalaman klinis menunjukkan bahwa pola hidup Ketofastosis (KF) bisa membantu memperbaiki kualitas hidup penderita gagal ginjal, bahkan memperlambat kerusakan ginjal.

Mengapa Ketofastosis Bermanfaat untuk Ginjal?

  1. Menurunkan beban gula dan insulin.
    Salah satu penyebab utama kerusakan ginjal adalah kadar gula darah tinggi (diabetes) yang merusak pembuluh darah halus ginjal. KF sangat rendah karbohidrat sehingga kadar gula dan insulin turun drastis. Hal ini memberi kesempatan ginjal untuk beristirahat dari serangan gula berlebih.

  2. Mengurangi inflamasi (peradangan).
    Pola makan tinggi karbohidrat dan gula memicu peradangan kronis. KF, dengan dominasi lemak sehat dan puasa, mampu menurunkan peradangan sehingga jaringan ginjal yang masih sehat bisa bekerja lebih optimal.

  3. Menghasilkan energi yang lebih “bersih”.
    Saat tubuh membakar lemak, ia menghasilkan keton. Keton adalah sumber energi yang lebih efisien dan tidak menimbulkan banyak sisa metabolisme beracun dibanding glukosa. Artinya, ginjal tidak terlalu terbebani untuk membuang limbah.

  4. Membantu mengontrol tekanan darah.
    Banyak penderita gagal ginjal juga mengalami hipertensi. Dengan KF, kadar insulin rendah membantu memperbaiki sensitivitas natrium, sehingga tekanan darah cenderung lebih stabil.

  5. Puasa sebagai terapi sel (autofagi).
    Puasa dalam KF memicu proses autofagi, yaitu mekanisme alami tubuh membersihkan sel rusak, termasuk sel ginjal. Hal ini mendukung regenerasi jaringan dan memperlambat kerusakan organ.

Bagaimana Pola Makan KF pada Pasien Gagal Ginjal?

  • Karbohidrat ditekan seminimal mungkin, hanya dari sayuran rendah gula.

  • Lemak sehat menjadi sumber energi utama: minyak kelapa, santan, butter, ikan, alpukat.

  • Protein dibatasi secukupnya. Pada gagal ginjal, protein tidak boleh berlebihan. Pilih sumber protein berkualitas seperti telur, ikan, dan daging, sesuai anjuran dokter atau pendamping.

  • Asupan mineral dan cairan diatur hati-hati. Pasien gagal ginjal biasanya punya batasan cairan harian, sehingga perlu pengawasan medis agar tidak terjadi penumpukan.

  • Puasa (fasting) tetap dilakukan, tetapi disesuaikan dengan kondisi. Biasanya jendela makan diperpendek, tapi total asupan cairan harus dipantau.

Kesimpulan

Ketofastosis dapat menjadi terapi pendukung bagi pasien gagal ginjal dengan cara menurunkan gula darah, mengurangi peradangan, memberi energi yang lebih bersih, dan mendorong perbaikan sel. Namun, pola ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Harus ada pemantauan dokter, terutama terkait batasan cairan, kadar elektrolit, dan jumlah protein. Jika dilakukan dengan benar, KF bisa membantu pasien gagal ginjal merasa lebih bugar, memperlambat progres penyakit, bahkan dalam beberapa kasus mengurangi ketergantungan pada dialisis.

Apa itu ketofastosis

1. Apa itu Ketofastosis?

Ketofastosis merupakan kombinasi dari dua konsep kunci:

  • Fastosis: puasa berkala (intermittent fasting)

  • Ketosis: menjadikan keton (lemak) sebagai sumber energi utama

Mas Tyo menyatakan bahwa gaya hidup ini mengembalikan kemampuan metabolik alami manusia, mirip kondisi zaman purba ketika makanan tak selalu tersedia, dan tubuh belajar memanfaatkan lemak tubuh sebagai bahan bakar utama Portallnews.idKeto Fastosis.


2. Sejarah dan Perkembangan

Ketofastosis dicetuskan oleh Tyo Prasetyo sejak tahun 2008, awalnya disebarkan secara informal. Sejak 2016 berkembang pesat menjadi komunitas daring Ketofastosis Indonesia yang mendidik masyarakat melalui seminar, konferensi, dan artikel ilmiah/supportif Keto Fastosis.

Komunitas ini kini solid, dengan ribuan anggota (meski jumlah pastinya terkini belum tersedia di sumber), yang saling berbagi testimoni, resep, tips, serta saling menyemangati Diagnosis DietJurnal Unisma Bekasi.


3. Dasar Fisiologi: Mengapa Puasa + Ketosis?

Puasa dan Stres Metabolik Terjaga

Menurut Mas Tyo, setelah 180 menit pasca konsumsi karbohidrat, tubuh kembali ke fase metabolik pasca makan: insulin turun, lipolisis (pemecahan lemak) kembali naik, dan otot rangka (skeletal muscle) mulai memanfaatkan asam lemak sebagai energi Scribd.

Saat otak mulai kekurangan gula (glukosa) jika puasa terlalu lama, tubuh akan meningkatkan stres melalui sistem saraf simpatetik dan hormon kortisol → memicu gejala seperti tremor, jantung berdebar, kecemasan, dan lain-lain Scribd.

Ketosis sebagai Kunci Stabilitas Energi

Dalam keadaan ketosis, hati memecah lemak menjadi keton, yang dapat digunakan oleh otak sebagai sumber energi. Ini memungkinkan otak tidak tergantung pada glukosa yang masuk dari makanan, sehingga puasa bisa lebih lama tanpa memicu respons stres metabolik Scribd.

Adaptasi Evolusioner

Mas Tyo menekankan bahwa ketosis adalah adaptasi fisiologis manusia saat hidup berburu di zaman purba — ketika makanan tidak tersedia terus menerus. Dalam kondisi tersebut, otak dan otot harus bisa memakai “tangki bensin” tubuh sendiri (lemak tubuh) sebagai bahan bakar ScribdPortallnews.id.


4. Manfaat Ketofastosis

a. Menurunkan Risiko Penyakit Metabolik

Dengan mengurangi insulin spike dan mengolah lemak tubuh, Ketofastosis dapat membantu mengatasi obesitas serta penyakit degeneratif seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan masalah kardiovaskular Portallnews.idKeto Fastosis.

b. Bantu Penyintas Kanker dan Penyakit Kronis

Dalam seminar Ketofastosis yang dipandu Mas Tyo, beberapa penyintas kanker berbagi kisah inspiratif. Mereka menjalani puasa dan ketosis sambil tetap menjalani pengobatan, dan mengalami perbaikan kesehatan, penurunan ukuran tumor, dan mereda efek samping kemoterapi Rumah Inspirasi.

c. Meningkatkan Kekebalan dan Kesehatan Umum

Filosofi utama dari Ketofastosis adalah “Fasting is healer, Ketosis is keeper”. Gaya hidup ini tidak hanya memberi daya tahan metabolik tetapi juga meningkatkan daya hidup (survival) tubuh Jurnal Unisma BekasiPortallnews.id.

d. Keberhasilan Komunitas Ketofastosis

Beberapa testimoni nyata:

  • Penurunan berat badan drastis (misalnya dari 108 kg ke 65 kg)

  • Perbaikan kondisi sendi dan gastritis kronis

  • Komunitas menyediakan olahan makanan rendah karbo dan tinggi lemak/protein, mendukung gaya hidup yang konsisten Portallnews.id.


5. Komponen Utama: Praktik Ketofastosis

Berikut tiga pilar utama yang tidak bisa dipisahkan dalam praktik Ketofastosis:

Pilar UtamaPenjelasan Singkat
PuasaMenerapkan intermittent fasting untuk menurunkan insulin dan memicu ketogenesis
KetosisMengonsumsi rendah karbohidrat, tinggi lemak, protein sedang — mendorong hati menghasilkan keton
Olahraga/Aktivitas FisikMendukung metabolisme, membakar keton, memperkuat tubuh dan daya tahan

Mas Tyo menyampaikan bahwa tubuh bisa menghasilkan gula sendiri (dari protein melalui gluconeogenesis), sehingga karbohidrat tak perlu menjadi sumber primer energi Portallnews.idScribd.


6. Implementasi Praktis

  1. Bentuk Pola Puasa Teratur
    Misalnya, 16:8 (puasa 16 jam, makan dalam 8 jam), atau puasa 24 jam seminggu.

  2. Pilih Makanan Tepat saat Jendela Makan

    • Hindari karbohidrat / gula

    • Fokus: lemak sehat, protein sedang (misalnya daging, telur, keju, minyak sehat)

    • Contoh: bubur dari tepung konnyaku, mie shirataki, lontong agar-agar santan, kerupuk kulit, kefir yogurt tanpa gula Portallnews.id.

  3. Aktif Bergerak atau Olahraga Ringan
    Melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang selama puasa membantu membakar keton dan menjaga tubuh tetap fit.

  4. Gabung Komunitas Ketofastosis
    Mendapat semangat, resep, dukungan serta berbagi pengalaman.


7. Kesimpulan

  • Ketofastosis adalah integrasi antara puasa periodik dan metabolisme lemak sebagai bahan bakar utama (ketosis).

  • Digerakkan oleh Mas Tyo Prasetyo sejak 2008, berkembang menjadi komunitas besar dan edukatif sejak 2016 di Indonesia Keto FastosisJurnal Unisma Bekasi.

  • Intinya: “Fasting is healer, Ketosis is keeper.”

  • Didukung oleh prinsip fisiologis, adaptasi evolusioner, dan kisah nyata perubahan kesehatan individu — dari metabolik, chronis, hingga kanker dan obesitas.

  • Praktiknya meliputi pola puasa, konsumsi rendah karbo/protein sedang/lemak tinggi, serta aktif bergerak.

  • https://wa.me/6281325368384

Panduan Harian Ketofastosis untuk Pemula

1. Tahap Adaptasi (Minggu 1–2)

Tujuan: Membiasakan tubuh mengurangi karbohidrat & mulai mengakses lemak sebagai energi.

  • Puasa: mulai dengan pola 16:8 (puasa 16 jam, makan di jendela 8 jam).

  • Makan: batasi karbohidrat < 20 gram per hari.

  • Lemak: jadikan sumber energi utama (mentega, minyak kelapa/MCT, minyak zaitun, santan).

  • Protein: sedang, 0,8–1,2 g/kg berat badan ideal.

  • Air & Elektrolit: minum 2–3 liter air, tambah garam himalaya/pink salt.

2. Tahap Penuh (Setelah Adaptasi)

Tujuan: Memperdalam ketosis & memanjangkan waktu puasa.

  • Puasa: bisa ke 18:6 atau 20:4, bahkan OMAD (One Meal A Day) jika sudah nyaman.

  • Latihan Fisik: olahraga ringan saat puasa (jalan cepat, angkat beban ringan).

  • Pantangan: karbo tinggi, gula, tepung, nasi, mie, roti, buah manis.


Contoh Menu Ketofastosis (Kadar Karbo < 20g)

Jendela Makan Pertama (Buka Puasa)

  • Telur dadar keju + bayam tumis bawang putih

  • Avocado shake (alpukat, santan, sedikit bubuk kakao tanpa gula)

  • Air mineral + pink salt

Makan Utama

  • Daging ayam paha atas panggang dengan kulit (pakai mentega & bumbu rempah)

  • Tumis buncis + jamur dengan minyak kelapa

  • Kaldu tulang hangat

Snack / Penutup

  • Kefir homemade tanpa gula

  • Kerupuk kulit goreng lemak sapi

  • Teh hijau / kopi hitam tanpa gula


Tips Penting dari Mas Tyo

  1. Jangan takut lemak sehat – ini bahan bakar utama di ketosis.

  2. Protein cukup, jangan berlebihan – berlebih bisa diubah jadi glukosa (gluconeogenesis).

  3. Pantau gejala adaptasi – pusing/lemas di awal wajar, atasi dengan air + garam.

  4. Tidur cukup – penting untuk kestabilan hormon & pemulihan.

  5. Konsistensi – hasil nyata butuh waktu, biasanya 2–6 minggu.


Kalau mau, saya bisa buatkan tabel panduan 4 minggu Ketofastosis lengkap dengan jam puasa, menu harian, dan progres targetnya supaya mudah diikuti tanpa bingung tiap hari.
Mau saya buatkan tabelnya?

 
You said:
boleh
 
ChatGPT said:

Oke, saya buatkan Tabel Panduan 4 Minggu Ketofastosis ala Mas Tyo supaya praktis diikuti.
Ini cocok untuk pemula yang ingin adaptasi bertahap sampai ke level ketosis penuh.


Panduan 4 Minggu Ketofastosis

MingguJam Puasa (IF)Target Karbo / HariMenu Utama ContohCatatan Penting
116:8 (Puasa 16 jam, makan di 8 jam)≤ 20 gBuka: telur dadar keju + alpukat shake santan
Makan utama: ayam panggang kulit + tumis buncis & jamur
Snack: kerupuk kulit, kaldu tulang
Fokus kurangi karbo drastis, banyak minum air & garam pink untuk mencegah “keto flu”
218:6≤ 15 gBuka: sup iga + tumis bayam bawang putih
Makan utama: daging sapi butter garlic + salad alpukat
Snack: kefir tanpa gula, telur rebus
Tubuh mulai adaptasi; energi biasanya lebih stabil
320:4≤ 10 gBuka: salmon panggang minyak zaitun + brokoli kukus
Makan utama: ayam paha atas crispy (deep fry minyak kelapa) + sambal bawang
Snack: keju cheddar, kaldu tulang
Mulai terasa ringan & fokus; lemak tubuh jadi bahan bakar utama
4OMAD (One Meal A Day)≤ 10 gBuka sekaligus makan utama: steak sapi ribeye + tumis zucchini + salad alpukat-santan
Snack (opsional dalam jam makan): kerupuk kulit, telur rebus
Ketosis optimal; cocok untuk healing metabolik & penurunan berat badan cepat

Tips Keberhasilan

  1. Minuman saat puasa: air putih, kopi hitam, teh hijau — tanpa gula & tanpa susu.

  2. Lemak sehat yang direkomendasikan:

    • Minyak kelapa (VCO/MCT)

    • Minyak zaitun extra virgin

    • Mentega tawar

    • Lemak hewani dari daging

  3. Protein sedang: cukup untuk perbaikan sel, jangan berlebihan (0,8–1,2 g/kg BB ideal).

  4. Sayur rendah karbo: brokoli, buncis, bayam, kangkung, timun, zucchini.

  5. Pantangan total: gula, tepung, nasi, mie, roti, kentang, jagung, buah manis, minuman kemasan.

  6. Kunci sukses ala Mas Tyo: “Fasting is healer, Ketosis is keeper” → puasa memperbaiki tubuh, ketosis menjaga hasilnya.

gizi seimbang

Gizi Seimbang ala Ketofastosis

Kalau biasanya kita mendengar istilah gizi seimbang, yang terbayang adalah piring makan berisi nasi, lauk, sayur, dan buah. Namun, dalam konsep Ketofastosis (KF), makna gizi seimbang agak berbeda. KF mengajarkan kita bahwa tubuh manusia sejatinya lebih cocok memakai lemak sebagai bahan bakar utama, bukan gula dari karbohidrat. Karena itu, gizi seimbang di sini artinya memberi tubuh apa yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar banyak atau bervariasi.

Prinsip gizi seimbang ala KF bisa dijelaskan sederhana seperti ini:

  1. Karbohidrat sangat sedikit
    Tubuh tidak butuh nasi, mie, atau roti dalam jumlah banyak. Justru terlalu banyak karbohidrat membuat gula darah naik-turun, gampang lapar, dan berujung penyakit. Dalam KF, karbohidrat cukup dari sayuran rendah gula seperti bayam, sawi, brokoli, atau timun.

  2. Lemak sehat jadi sumber energi utama
    Lemak bukan musuh, justru sahabat kita. Minyak kelapa, santan, alpukat, butter, dan daging berlemak adalah sumber energi yang stabil. Saat tubuh terbiasa membakar lemak, energi terasa lebih panjang, tidak cepat lemas, dan pikiran lebih jernih.

  3. Protein pas, tidak berlebihan
    Protein berguna untuk membangun otot, memperbaiki jaringan, dan menjaga daya tahan tubuh. Cukup dari telur, ikan, ayam, daging, atau jeroan. Jangan sampai berlebihan, karena kelebihan protein bisa berubah menjadi gula.

  4. Sayuran hijau tetap penting
    Walau karbohidrat rendah, tubuh tetap butuh serat dan vitamin. Itu bisa diperoleh dari sayuran hijau, bukan dari buah manis. Serat ini baik untuk pencernaan dan menjaga keseimbangan nutrisi.

  5. Jangan lupa mineral dan garam
    Saat menjalani KF, tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan. Karena itu, asupan garam, magnesium, dan kalium penting agar tidak pusing atau lemas.

  6. Puasa sebagai bonus kesehatan
    KF selalu dikombinasikan dengan puasa (fasting). Dengan mengatur jam makan, tubuh diberi waktu beristirahat, memperbaiki sel, dan membersihkan racun.

Jadi, gizi seimbang ala Ketofastosis bukan lagi “piring penuh nasi dengan lauk”, tetapi pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak sehat, cukup protein, kaya sayuran hijau, serta ditambah puasa. Hasilnya? Tubuh lebih sehat, bugar, dan tidak mudah sakit.

Contoh Menu Harian Ketofastosis

Pagi (tidak sarapan / puasa)

  • Hanya minum air putih hangat atau teh/kopi tanpa gula.

  • Jika baru adaptasi, boleh tambahkan sedikit butter atau virgin coconut oil (VCO) di kopi/teh (bulletproof coffee).

Siang (jam 12.00 – 13.00)

  • 2 butir telur ceplok dimasak pakai butter/minyak kelapa.

  • Daging ayam paha/ayam kampung goreng dengan kulitnya.

  • Tumis sawi hijau atau brokoli dengan bawang putih.

  • Minum air putih + sedikit garam himalaya/garam laut.

Sore (jam 17.00 – 18.00)

  • Ikan bandeng/ikan kembung/ikan salmon bakar/goreng dengan minyak kelapa.

  • Sup santan dengan daging sapi/ayam.

  • Lalapan timun atau selada segar.

  • Avocado shake (alpukat diblender dengan santan kental, tanpa gula).

Camilan (opsional, jika lapar di awal adaptasi)

  • Keju full fat.

  • Segenggam kacang almond atau kenari (tidak berlebihan).

  • Telur rebus.


Tips Tambahan

✅ Pilih lauk yang berlemak alami (ayam dengan kulit, daging berlemak, ikan).
✅ Hindari semua sumber karbohidrat tinggi seperti nasi, mie, roti, gorengan tepung, gula, dan buah manis.
✅ Banyak minum air putih, tambahkan sedikit garam agar tidak lemas.
✅ Usahakan jendela makan hanya 6–8 jam sehari (misal siang–sore), lalu malam–pagi biarkan tubuh puasa.

Dengan pola ini, tubuh akan lebih cepat terbiasa membakar lemak, energi stabil, dan kesehatan meningkat.

 

Hormesis dan Homeostasis Tubuh Manusia

STRESS RESISTENSI DAN HORMESIS PADA KETOFASTOSIS LYFE STYLE ( KFLS )

Stress adalah tekanan atau tantangan yaitu suatu tekanan yang menimpa tubuh baik berupa psikis maupun fisik. Contoh stress adalah Puasa, Olahraga, Aktifitas Fisik, kurang tidur, Tidak makan Gula / Karbohidrat , Adanya Infeksi, Luka, Trauma dan lain lain
Hormesis adalah upaya tubuh untuk meningkatkan / memperkuat kapasitasnya untuk mendapatkan homesotasis ( Keseimbangan) ketika tubuh mendapatkan stress. Contoh tadinya tubuh hanya mampu mengangkat beban 5 kg. Karena suatu hal misal tuntutan dari pekerjaan yang mengharuskan mengangkat beban 10 kg atau lebih maka tubuh akan melakukan adaptasi sehingga akan terasa ringan ketika mengangkat beban 10 kg atau lebih. Upaya tubuh untuk beradaptasi terhadap kemampuan mengangkat beban inilah yang disebut Hormesis
Stress Resisten ( SR ) adalah sejauh mana tubuh dapat menahan stress atau tekanan atau tantangan, Stress ini bisa datang baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh itu sendiri. Semakin tinggi Stress Resisten semakin baik kualitas tubuh untuk menahan stress yang ada. Begitu sebaliknya, semakin rendah Stress Resistens semakin rendah kualitas tubuh menahan tekanan.
Kita dapat meningkatkan SR tubuh. Caranya dengan memberikan stress pada tubuh ini. Kemudian memberikan kesempatan tubuh untuk melakukan recovery sehingga setelah terjadi recovery, tubuh mampu menahan stress ketika tubuh mendapatkan stress yang sama. Kemudian jika kita ingin meningkatkan SR lagi maka kita bisa memberikan beban stress dengan level lebih tinggi dari yang sebelumnya. Maka tubuh akan menjawab stress itu sehingga SR akan meningkat lagi.
Contoh upaya meningkatkan SR adalah yang terjadi pada alit Binaraga. Awalnya Tubuh diberikan stress berupa beban 3 kg. Alit tersebut melakukan olahraga beban 3 kg dengan repetisi terprogram. Saat itulah sel otot mengalami kerusakan atau robekan akibat stress tersebut. Selanjutnya tubuh akan melakukan recovery dengan cara menggantikan sel otot yang rusak tersebut dengan mensintesis sel otot yang baru, yang lebih besar dan yang mampu menahan stress beban 3 kg tersebut. Maka beban 3 kg itu akan terasa ringan ke depannya. Setelah beban 3 kg terasa ringan kemudian sang atlit meningkatkan beban stressnya. Kali ini yang 5 kg. Maka tubuh akan melakukan upaya seperti di atas sehingga sang atlit akan merasa ringan ketika mengangkat beban 5 kg. Demikian seterusnya sehingga sang atlit bisa menahan beban hingga lebih dari 100 kg. Maka terlihat ototnya tampak hipertropi atau membesar.
Lalu apa yang terjadi pada KFLS? Gaya hidup dengan KFLS adalah gaya hidup yang melatih tubuh untuk meningkatkan / memperkuat stress resistensi pada tantangan metabolisme. Hal ini mencontoh gaya hidup Nenek moyang jaman dahulu atau ancestral Lyfe Style.
Dapat dibayangkan pada Jaman dahulu belum ada kulkas sebagai tempat penyimpanan makanan, Belum ada orang menanam padi, jagung, singkong, terigu dll. Belum ada go food, belum ada warung makan belum ada pasar. Ketika Leluhur kita ingin makan maka mereka harus berburu binatang/ ikan untuk dijadikan sumber nutrisi mereka. Mereka berburu dahulu baru siang harinya makan hasil buruannya. Berarti nyaris tidak ada sarapan di jaman dahulu. Alias mereka berpuasa dahulu sejak malam harinya sampai siang hari setelah mendapatkan makanannya.
Selain itu sumber makanan yang tersedia selalu ada di alam manapun adalah binatang. Sedangkan tumbuhan hanya ada di daerah tropis. Di daerah kutub tidak ada karbohidrat yang bisa di makan. Namun mereka tetap survive sampai sekarang. Maka sebenarnya manusia bisa survive bisa hidup dimana saja tanpa tergantung dari nasi, karbohidrat, gandum dan lain lain. Masuk akal kan bila dalam KFLS ini kita bisa survive / hidup dengan tidak makan karbohidrat atau Gula?
Kondisi ketosis membuat batasan atau Treshold stress resistance meningkat . Hal ini terjadi karena tubuh terkoordinasi oleh Otak sehingga otak dapat melihat Gudangnya energi yaitu Body Fat atau lemak tubuh sebagai sumber energi tubuh. Meskipun tidak ada asupan atau Push sumber energi dari luar, tubuh kita bisa mencari energi laternatif lain dengan mengenali lemak sebagai bahan bakar mellui Stress System via Sympathetic Nervous dengan nyaman (Tidak Stress/Sympathetic Tone Rendah) untuk menjawab stress tersebut. Melalui sistem ini mempermudah usaha Hormetic (Puasa/Olahraga) untuk menambah Stress Resistance baru (memperlebar Resistance Treshold) melalui upaya tubuh untuk beradaptasi terhadap tantangan stres yang diterima sebelumnya. semua Hormetic baru menjadi Resistansi setelah Recover (Makan, Relax dan tidur). resistansi didapat setelah recover. Tanpa recovery sempurna bukan resistansi yang didapat tetapi malah justru terjadi penurunan Resistansi.

CARA MENURUNKAN BERAT BADAN

Masalah yang sedang anda alami, sebenarnya adalah Insulin Resistance, Bukan yang lain

Bahwa kemudian produksi lemak semakin banyak, dan anda semakin gendut, itu semua hanya sebuah konsekuensi. Begitu juga dengan diabetes, hypertensi, kolesterol tinggi, impotensi, atau stroke. Termasuk miom, kista, penebalan rahim, dan endometriosis. Semuanya hanya akibat dari tertutupnya reseptor sel untuk insulin, sehingga kelebihan glukosa dalam darah tidak dapat masuk ruang bakar sel untuk diubah jadi energi. Karena itu, fokuslah membenahi kondisi sel yang resis terhadap insulin ini. Jika insulin resistancenya membaik, maka dampak-dampak buruk yang terjadi akan membaik secara otomatis. Mungkin anda belum yakin dengan statemen saya barusan. sudah ribuan orang berat badannya turun, diabetes sembuh, fatty liver musnah, jantung prima, atau miom kista bablas. Demikian juga dengan miom, kista, endometriosis. Bahkan tidak sedikit yang hamil setelah sekian tahun tak. punya momongan.

Ada dua hal yang bisa kita lakukan untuk membenahi insulin resistance. Pertama, dengan menurunkan kadar insulin dan gula yang sudah terlanjur ada di dalam tubuh. Jadi enggak cuma sekadar kadar gula di dalam darah saja. Sebab hyperglicemia yang berlangsung lama, akan membuat gula berteberan di setiap bagian tubuh anda. Istilahnya adalah Glycation

Kedua, dengan menekan terjadinya lonjakan gula baru dalam darah. Jadi, sumber-sumber kenaikan glukosa baru akan kita perhatikan. Terlepas apakah lonjakan glukosa itu berasal dari dalam tubuh sendiri, maupun lonjakan glukosa yang datang dari luar.

TURUNKAN INSULIN DAN GULA DARAH

Awalnya saya percaya dengan obat penurun gula darah yang diberikan oleh dokter. Tapi begitu obat itu habis dan gula darah saya naik turun seperti roler coaster, saya berpikir pasti ada sesuatu yang tidak beres. Karena itu saya mencari informasi dengan sangat bersemangat. Saya lalu berpikir, kalau makan sedikit saja gula darah bisa turun, bagaimana kalau tidak makan sama sekali ya? Pasti hasilnya akan jauh lebih efektif. Dan saya tahu, tidak makan sama sekali itu artinya berpuasa. Karena itu, di otak saya saat itu isinya adalah : puasa itu apa, jenis puasa itu apa saja, dan apa saja manfaat yang akan kita dapatkan jika rutin berpuasa. Beruntunglah karena saya menemukan Metode Ketofastosis. Dari mereka, saya tahu beberapa hal penting terkait dengan puasa kaitannya dengan gula darah. +

Pertama, kadar insulin itu berbanding lurus dengan kadar glukosa. Kalau glukosa tinggi dan melonjak, maka insulin akan diproduksi dan otomatis ikut melonjak. Kecuali bagi orang diabetes tipe 1 yang pankreasnya tak bisa memproduksi insulin. Atau yang diabetes tipe 2 akut, dengan tubuh yang sudah mengurus secara drastis, akibat pankreasnya mulai tak optimal memproduksi insulin. Nah, pada saat kita berpuasa, maka otomatis tubuh tidak mendapat makanan. Karena itu, tak ada lonjakan gula darah. Maka liver, otot, dan sel-sel yang belum resisten, akan membakar gula yang ada dalam darah. Otomatis kadar gula darah akan turun. Dan implikasinya, kadar insulin juga akan turun. Maka lambat laun, sel-sel yang resisten terhadap insulin akan semakin membaik. Kedua, dengan berpuasa maka tubuh akan mengalami defisit glukosa, sehingga tubuh akan mencari sumber bahan bakar lain. Dan jika ditreatment dengan benar, maka lemak badan adalah salah satu cadangan bahan bakar yang jumlahnya sangat melimpah. Saya pun akhirnya memahami bagaimana treatment agar lemak badan bisa diubah jadi energi.

Sebenarnya masih banyak sekali manfaat lain dari puasa. Kalau ditulis semua, nanti terlalu panjang. Jadi mending nanti anda merasakan sendiri manfaatnya.

KENDALIKAN LONJAKAN GULA DARAH

Masih ingatkan saya pernah bilang bahwa lonjakan gula darah bisa terjadi oleh faktor internal dan eksternal? Kalau lupa, ya saya ingatkan kembali. Faktor internal disebut sebagai Endogenous Glucose. Penyebabnya adalah lonjakan Hormon Cortisol, atau hormon stress. Hormon ini akan meningkat saat anda begadang atau stress. Dan saat Cortisol meningkat, maka liver akan mengubah protein dan sedikit lemak menjadi glukosa, lewat proses GlucoNeogenesis. Selain melonjakkan gula darah, tingginya cortisol juga selalu diikuti dengan naiknya Hormon Grelyn. Inilah adalah hormon lapar.

Jadi wajar saja, kalau anda begadang atau stress, bawaanya selalu kepengen makan. Kecuali kalau anda stressnya karena enggak punya uang untuk beli makan hahaha. Faktor eksternal kenaikan gula darah disebut eksogenous glucose. Karena dari luar, ya pemicunya adalah apa yang kita makan dan minum.

Semua makanan yang mengandung makronutrisi protein, lemak, dan karbohidrat pasti akan naikin gula darah. Bedanya, ada yang kenaikan gula darahnya instan dan cepat, ada yang lambat. Bedanya, ada yang kenaikan gula darahnya tinggi, ada juga yang sedang dan kecil. Karena itu penting bagi anda untuk paham mana jenis makanan yang paling naikin gula darah, dan mana yang paling sedikit. Dan itu enggak akan anda dapatkan di bangku sekolah, bahkan kuliah kedokteran sekali pun.

Tapi tenang, anda akan mendapatkannya di kelas ini secara murah meriah. Asal anda mau sabar. Ikuti program DSTO. Hubungi 081329919292

Kanker Sembuh Dengan Ketofastosis

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh . Sel abnormal tersebut terus membelah diri beranak pinak tidak terkendali. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain.

Apa ciri ciri sel kanker itu? Ciri ciri sel kanker adalah

1. Selalu berproliferasi atau membelah diri beranak pinak

2. Mampu menghindari dari sel Imun

3. Menghindari Penahan pertumbuhan sel

4. Mampu mngembang replikasi tanpa batas. Ibaratnya memeiliki kemampuan menjadi sel yang tidak bisa mati

5.bisa bertindak sebagai sel yang terluka atau sel yang memicu inflamasi

6. Dapat menginvasi ke segala arah. Sel sekitarnya bisa menjadi kanker jg / metastasis.

7. Memicu pertumbuhan pembuluh darah ke arah lokasi tumor.

8. Mutasi gen gen. Gen menjadi tidak stabil

9. Menolak sel bunuh dari/apoptosis. Pada keadaan normal,Seharusnya sel rusak itu melakukan proses bunuh diri.

10. Nutrisi dari luar bisa diregulasi untuk mendukung pertumbuhan tumor.

Penyebab kanker adalah karena terjadinya mutasi pada genetik sel. Bisa karena peradangan virus atau kuman lain, radikal bebas, Resisten insulin, Penurunan ATP, Kekurangan Oksigen, Low grade inflamasi karena gula tinggi, radiasi , paparan zat kimia dan lain lain. Gangguan tersebut menyebabkan kerusakan pada  mitokondria sel sehingga menyebabkan efek retrograde signaling dan menyebabkan kerusakan / mutasi pada DNA di inti sel .

Mutasi DNA ini menyebabkan stabilnya HIF 1a sehingga sel tersebut merubah metabolismenya menjadi metabolisme aerobik glikolisis terus menerus atau yang disebut efek Warburg. Yaitu metabolisme sel yang selalu menyediakan energinya melalui glikolisis yang hanya menghasilkan 2 ATP tanpa mau menruskan ke reaksi ke siklus asam sitrat dan oksidasi  fosforilasi. Hal ini dimaksudakan agar sel tersebut bisa membelokkan glukosa ke jalur biosintesis DNA / RNA, sintesi lemak untuk membran sel tumor an sistesis serin untuk protein tumor.

Hal tersebut terungkap Pada tahun 1924, Seorang ilmuwan bernama Otto Warburg menemukan bahwa tumor ini berkaitan dengan gula. Sel tumor sangat menyukai gula. Karena gula tersebut dijadikan sebagai substrat untuk beranak pinaknya tumor. Maka pada pemeriksaan Positron Emision Tomography (PET Scan) akan didapatkan pada lokasi tumor tampak menyala karena ada banyak gula disana. Pada PET Scan ini menggunakan substart gula yang sudah dimodifikasi dengan menambahkan floor supaya tampak menyala. Substart tersebut namanya Fluoro Duo DeoxyGlucose ( FDG).

Pada sel yang normal, Metabolismenya adalah metabolisme glikolisis dilanjutkan dengan siklus kreb dan oksidasi fosforilasi dengan menggunakan oksigen sehingga menghasilkan 36 ATP. Sedangkan pada sel tumor hanya menggunakan glikolisis saja. Tidak mau melanjutkan ke jalur oksidasi fosforilasi. Mengapa begitu? Karena substrat pada glikolisis ini bisa dibelokkan ke jalur pembentukan makronutri untuk keperluan pembentukan sel sel tumor baru. Yaitu jalur pentos phospat pathway untuk pembentukan DNA RNA. Jalur Serine untuk pembentukan proteinnya. Dan jalur DHAP untuk menuju pembentukan lemak yang digunakan sebagai membran sel tumor tersebut.

Jadi kunci terjadinya proses beranak pinaknya tumor adalah karena banyak gula. Gula ini bisa berasal dari asupan gula dari luar ( makanan) atau karena gula dari glkoneogenesis ( Stres Sistem) atau gula yang berasal dari pemecahan lemak tubuh. Tetapi proses pengambilan dari lemak membutuhkan  glutamin ( ada di daging merah).

Maka cara untuk mencegah berkembangnya tumor adalah

1. Stop Gula Karbohidrat dan turunannya

2.Hindari daging Merah untuk mencegah glutamin

3. Hindari stress agar tidak terjadi gluoneogenesis berlebihan

4. Konsumsi teh hijau. Karena ada kandungan EGCG untuk mencegah rontoknya protein yang akan dijadikansebagai bahan pembuat tumor.

Ketika kita bisa menghentikan konsumsi gula karbohidrat maka otomatis proses pembelahan sel tumor pun akan terhambat. Sedangkan ganasnya sel tumor itu disebabkan karena cepatnya sel tumor tersebut membelah diri beranak pinak. Jika sel tumor sudah berhenti membelah diri ya berarti sudah aman tidak ganas lagi.